110+ Pertanyaan Tentang SEO yang Paling Sering Ditanyakan, Beserta Jawabannya


Saat baru mengenal SEO, banyak hal yang membuat kita bingung dan takut.
Akan muncul banyak pertanyaan di kepala:
“Apakah yang saya lakukan ini aman? Apakah ini bisa meningkatkan rangking? Apakah ini baik atau buruk untuk website saya? Atau justru bisa beresiko penalti?”
Sayangnya, jawabannya sulit dicari.
Salah satu solusinya yaitu tanya di situs-situs forum…
…tapi tiap orang seperti punya pandangan yang berbeda-beda. Jawaban dari si A dan si B berbeda atau malah bertentangan.
Karena itulah artikel ini dibuat.
Semua pertanyaan yang saya terima dan temukan terkait SEO baik melalui komentar, social media, atau email akan ditampung di sini.
Dan jawaban yang akan saya berikan berdasarkan analisa, pembuktian, dan sumber terpercaya.
Jadi, kalau ada yang membuat anda bingung, periksa dulu artikel ini.

Apakah SEO itu ilmu yang tidak pasti?

Ini bukan pertanyaan yang sering ditanyakan, tapi merupakan pernyataan yang sering diungkapkan dalam diskusi.
Tapi tidak benar.
SEO itu bukan ilmu yang tidak pasti.
Google dan mesin pencari lain punya algoritma untuk menentukan peringkat website di hasil pencarian.
Artinya, penentuan peringkat bukan acak. Melainkan ada faktor-faktor penyebab mengapa sebuah website berada di peringkat atas dan mengapa sebuah website terkena penalti.
SEO itu ilmu pasti…
…kalau anda ingin membuat website/konten yang mendapatkan peringkat tinggi, ada hal-hal yang bisa anda lakukan.
Bukan hanya berharap kepada ketidakpastian.

Dimana saya bisa mulai belajar SEO?

Di TORETO BLOG saya menyediakan panduan belajar SEO untuk pemula.
Panduan SEO
Kalau anda sama sekali belum mengenal SEO, panduan 7 bab ini bisa jadi tempat terbaik untuk mulai belajar.
Alternatifnya:
  1. SEO: The Free Beginner’s Guide – Moz
  2. The Advanced Guide to SEO – Quicksprout
  3. Panduan Memulai Pengoptimalan Mesin Telusur – Google
Untuk kursus SEO Indonesia, saya belum bisa memberi rekomendasi karena saya sendiri tidak pernah ikut kursus.I

Mengapa ketika bertanya tentang SEO, jawaban yang saya peroleh selalu berbeda-beda?

Banyak jalan menuju Roma.
Untuk bisa mendapatkan peringkat 1 di mesin pencari, tidak semua orang menggunakan cara yang persis sama.
Meskipun berbeda, bukan berarti salah satunya salah.
Tapi…karena ini internet, jadi anda tidak boleh percaya dengan kata orang begitu saja. Ketika mempelajari hal baru, pikirkan dengan logika.
Setelah itu coba sendiri.
Tidak semua strategi pas untuk semua jenis website.

Mengapa website saya belum ter-index? Bagaimana caranya supaya ter-index?

Saya perlu meluruskan dulu, karena ternyata ada banyak yang keliru dengan istilah ini. Banyak yang mengira ter-index itu artinya sudah masuk ke halaman 1 untuk keyword yang mereka inginkan.
Bukan, ter-index artinya website anda sudah ada di mesin pencari (meskipun posisinya entah dimana).
Untuk memeriksa, gunakan kata kunci “site:namawebsite.com”.
Cek index
Kalau ada hasilnya, artinya sudah ter-index.
Sedangkan kalau tidak ada, berarti belum ter-index (website baru) atau terkena penalti.
Lalu, apa yang harus dilakukan supaya website baru anda ter-index?
Tidak ada.
Umumnya, secara otomatis setelah 1-2 hari setelah pendaftaran domain website anda akan langsung ter-index.

Saya sudah melakukan on-page SEO, tapi kenapa peringkatnya belum naik?

Wajar.
Karena sebagian besar teknik on-page SEO itu bukan untuk meningkatkan rangking.
Melainkan untuk mempersiapkan website anda supaya bisa mendapatkan rangking yang bagus dalam kata kunci tertentu.
Jadi, on-page SEO saja tidak cukup.

Saya juga sudah melakukan off-page SEO, tapi kenapa masih belum naik?
Ada 2 penyebabnya:
Pertama, karena upaya off-page SEO yang anda lakukan tidak tepat, belum optimal, atau masih kalah dengan website lain yang menjadi saingan anda.
Kedua, karena hasilnya tidak instan.
Google butuh waktu selama beberapa hari-minggu untuk mengupdate index mereka dan menata ulang rangking bagi setiap kata kunci.

Mana yang lebih penting, on-page atau off-page SEO?

Tidak ada.
Dalam SEO, tidak ada 1 strategi yang bisa menjadi senjata ampuh untuk meningkatkan rangking. Semua strategi yang ada harus dilakukan bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Jadi on-page dan off-page itu bukan pilihan.
Keduanya harus dilakukan.

Website saya masih baru, harus tunggu berapa lama sebelum melakukan SEO?

Nol hari.
Tidak ada gunanya menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu sebelum mengaplikasikan ilmu yang sudah anda pelajari.
Tetapi ada yang perlu diingat:
Website baru yang berusia 1 bulan biasanya masih belum bisa mendapatkan peringkat tinggi dalam keyword dengan persaingan menengah sampai tinggi.
Jadi jangan khawatir apabila dalam rentang durasi ini anda belum melihat hasilnya.
Meskipun begitu, kalau anda melakukan SEO yang benar, tidak ada gunanya menunggu.
Sedangkan kalau anda menggunakan black hat SEO, menunggu berapa lama pun resiko penalti tidak akan hilang.
I

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk website baru terkait SEO?

  • Pasang Google Analytics
  • Verifikasi Search Console (Webmaster Tools) dan submit sitemap.xml
  • Lakukan keyword research untuk menemukan kata kunci terbaik dalam topik website anda
  • Buat konten berkualitas, sesuaikan topiknya dengan kata kunci yang anda temukan
  • Promosikan konten yang sudah dibuat
Hal terpenting yang harus dilakukan untuk website baru adalah menyediakan manfaat bagi orang lain.

Saya ingin mendapatkan banyak pengunjung untuk website baru. Apa yang harus saya lakukan?

Bukan SEO.
Begini:
SEO itu adalah strategi jangka panjang.
Hasil dari strategi SEO yang kita terapkan biasanya baru akan terlihat setelah 1-3 bulan, terutama untuk keyword yang persaingannya menengah-tinggi dan volume pencariannya besar.
Jadi kalau anda butuh traffic sekarang juga, bukan SEO jawabannya.
Saya juga sangat menganjurkan untuk tidak hanya memanfaatkan SEO sebagai strategi mendatangkan pengunjung.
Jadi jawabannya ada 2:
Gunakan iklan berbayar, atau lakukan promosi konten.
I

Apakah website saya SEO-nya sudah bagus atau belum? Sampai kapan saya harus melakukan SEO?

Mari kita ubah cara pandangnya:
Jangan melihat SEO sebagai suatu goal atau tujuan dari sebuah website. Tujuan utama kita adalah meningkatkan pengunjung, meningkatkan jumlah pembeli, atau yang lainnya…tergantung anda.
Dan SEO adalah proses untuk mencapai tujuan itu.
Jadi selama anda belum puas dengan tujuan utama tadi, SEO akan terus dilakukan.

Kalau saya cari di Google dengan keyword ____, website saya tidak muncul. Kenapa ya?

Penyebabnya ada bermacam-macam.
Pertama, bisa jadi karena halaman/konten yang dibuat masih baru.
Kedua, karena setelah halaman/konten diterbitkan anda sama sekali tidak melakukan apapun. Setiap konten yang diterbitkan harus dipromosikan.
Ketiga, karena kualitasnya kalah dibandingkan yang saat ini menempati peringkat atas.
Keempat, karena terkena penalti.

Apa yang bisa saya lakukan setiap hari dalam SEO?

Inilah beberapa pekerjaan harian yang bisa dilakukan seorang praktisi SEO:
  • Merencanakan dan membuat konten baru
  • Melakukan riset kata kunci
  • Merencanakan dan menganalisa strategi konten
  • Mempromosikan konten
  • Menjalin hubungan dengan pemilik website lain
  • Mencari prospek untuk link building
  • Berpartisipasi di situs komunitas untuk membangun reputasi
  • Melakukan analisa performa konten & keyword di Google Analytics
Ketika berdiri sendiri, sebetulnya SEO merupakan bidang yang sempit. Karena itu, SEO modern diintegrasikan dengan pemasaran dan penjualan.

WordPress atau Blogger, mana yang lebih bagus SEO-nya?

Sama saja.
SEO bukan ditentukan dari fitur-fitur yang ada dalam platform website anda. Melainkan dari konten yang anda sediakan dan dari kepuasan pengunjung terhadap website anda.
Ini juga berlaku untuk platform lain…
…Tumblr, Joomla, Drupal, PrestaShop, OpenCart, Weebly, Wix, Magento, dll. Semuanya (hampir) sama.
Pada akhirnya yang paling menentukan peringkat adalah kualitas website anda sendiri dan cara anda memasarkannya.
Jangan memilih platform berdasarkan SEO, tetapi berdasarkan kebutuhan anda terhadap fitur dan fleksibilitasnya.

Template/theme mana yang SEO friendly, bagus untuk SEO?

Tidak ada.
Sayangnya, tidak ada template yang secara ajaib akan membuat peringkat website anda tiba-tiba naik ke halaman 1.
Memang betul bahwa ada template yang bisa berdampak buruk terhadap SEO karena cacat dalam kodenya. Tetapi kalau anda mencari template di WordPress.org misalnya, 99% template-nya aman.
Jangan terlalu pusing memilih template hanya karena SEO.
Template yang SEO friendly dengan yang tidak SEO friendly, kalau ditulis dalam angka bedanya paling-paling hanya 5%.
Pada akhirnya yang menentukan adalah cara anda mengembangkan website tersebut, bukan template-nya.
Jadi pilihlah sesuai selera (dan kebutuhan), bukan SEO.

Plugin SEO mana yang terbaik untuk WordPress?

Pada dasarnya, sama saja.
Ada beberapa fitur utama dari plugin SEO: mengganti judul, menambahkan meta description, sitemap, dan menambahkan rel=”canonical”.
Hampir semua plugin SEO yang populer punya fitur tersebut.
Selain itu hanya tambahan.
Kalau website anda hanya berupa blog atau sejenisnya, plugin SEO yang manapun sudah cukup.
Salah satu pilihan paling populer adalah Yoast SEO.

Apakah meta description wajib untuk SEO? Bagaimana dengan meta tag lainnya?

Tidak wajib.
Meta description masih digunakan oleh Google sebagai ringkasan website di hasil pencarian, tetapi saat ini sudah sangat jarang muncul.
Google lebih sering menggunakan 1-2 kalimat dari halaman sebagai snippet.
Meta description tidak dipakai sebagai snippet
Selain itu, keberadaan meta description juga tidak mempengaruhi peringkat.
Meskipun begitu, karena prakteknya sangat tidak sulit maka sebaiknya anda tidak mengosongkan meta description.
Berikut ini beberapa tips untuk meta description:
  • Maksimum 150-160 huruf
  • Relevan dengan isi halaman
  • Buat semenarik mungkin untuk di-klik
Selain description, inilah meta tag lain yang dibaca oleh Google.

Bagaimana cara meningkatkan PageRank?

Sekedar info:
PageRank atau PR saat ini sudah tidak diperlihatkan lagi kepada masyarakat umum.
Jadi kemungkinan besar angka PR yang anda cek saat ini tidak akan berubah lagi.
Jadi jawaban singkatnya, PageRank tidak bisa ditingkatkan lagi.
Tapi…
Sebetulnya istilah PageRank masih digunakan oleh internal Google sebagai sebuah algoritma yang menentukan peringkat website di hasil pencarian berdasarkan penting atau tidaknya sebuah halaman website.
Intinya PageRank masih digunakan, tetapi angkanya tidak ditunjukkan.
Jadi, jangan heran kalau ada yang berdebat PR sudah “mati” atau belum.

Bagaimana cara meningkatkan Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA)?

Page Authority adalah angka yang digunakan oleh Moz untuk menunjukkan “kekuatan” sebuah halaman website dari 0-100. Sedangkan Domain Authority untuk keseluruhan domain.
Angka dari PA dihitung berdasarkan jumlah dan kualitas link menuju halaman tersebut.
Sedangkan DA berdasarkan rata-rata PA dari semua halaman.
Domain authority
Jadi:
Untuk meningkatkan PA dan DA maka anda membutuhkan link dari website-website dengan reputasi tinggi.
Tapi ingat, ada baiknya anda tidak terlalu fokus dengan angka ini.
Karena PA dan DA bukan merupakan angka resmi dari Google sehingga hasilnya tidak selalu menunjukkan keadaan sebenarnya.

Bagaimana cara meningkatkan Alexa Rank?

Rangking di Alexa dipengaruhi oleh traffic dan link.
Semakin tinggi traffic dan link yang anda peroleh, semakin baik peringkatnya. Tidak rumit.
Alexa ranking
Sebagai pemilik website, ada baiknya anda tidak terlalu fokus dengan angka ini. Untuk rangking lebih dari 100.000 biasanya angka di Alexa tidak akurat.

Sitelinks ditentukan oleh algoritma.
Artinya kita tidak bisa mempengaruhi secara langsung keputusan pemberian sitelinks. Apabila website anda dirasa layak oleh algoritma, maka secara otomatis akan mendapatkan sitelinks.
Tidak ada “trik” untuk mendapatkan sitelinks.
Kriterianya kelayakannya seperti ini:
Pertama, apabila website anda memang dirasa merupakan pemilik dari brandkeyword tersebut.
Misalnya kalau saya menggunakan kata kunci “Garuda Indonesia” maka saya pasti ingin mencari website resminya Garuda Indonesia. Karena itulah mereka mendapatkan sitelinks.
Sitelinks Garuda Indonesia
Kedua, apabila reputasi website anda dirasa sudah cukup baik.
Sehingga meskipun kata kuncinya sama persis, tapi kalau website-nya masih baru maka belum diberikan sitelinks.

Bagaimana cara mendapatkan rating bintang (star rating) di hasil pencarian?
Ada yang perlu anda ketahui dulu:
Star rating/seller rating/peringkat penjual/rating bintang hanya diberikan kepada website-website yang menjual barang, produk, jasa, atau layanan yang punya review dari pembeli.
Website jenis lain tidak akan bisa.
Star rating
Kalau anda pengguna WordPress, maka cara termudah adalah dengan menggunakan plugin All in One Schema.org Rich Snippets.
Kalau tidak, maka gunakan panduan rich snippets dari Google ini.
Bintang hanya akan diberikan apabila anda sudah punya review dari pembeli…dan apabila website anda sudah dianggap memiliki reputasi positif oleh Google.

Saya punya website berbentuk portal berita, seperti apa SEO yang bisa saya lakukan?

Untuk on-page kurang lebih sama dengan SEO pada umumnya.
Ini yang membedakan:
Situs berita yang masih baru tidak bisa mengandalkan traffic dari mesin pencari.
Ini karena artikel-artikel berita umurnya singkat. Hanya hangat dalam rentang 1-2 hari, atau paling lama seminggu. Setelah itu, tidak ada lagi yang mencari.
Maka sangat tidak efektif kalau hanya mengandalkan SEO.
Situs berita modern lebih banyak mengandalkan strategi konten-konten viral serta promosi konten berbayar dengan menggunakan iklan.

Website saya sudah mendapatkan peringkat dan traffic yang lumayan, bagaimana caranya supaya bisa meningkat lagi?
Berbicara dari segi SEO, yang bisa anda lakukan adalah membuat konten-konten baru yang mengincar keyword lain.
Banyak keyword = banyak pengunjung.
Tapi ingat, jumlah pengunjung bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan.
Kalau website anda berada dalam satu topik/bidang/industri, jangan membuat konten yang sama sekali tidak berhubungan hanya untuk menambah pengunjung.
Ini justru akan mengacaukan website anda.
Lebih baik punya sedikit pengunjung yang tepat sasaran dan loyal daripada banyak tapi semuanya cuma “sekedar baca”.
Itu untuk SEO.
Nyatanya, sumber traffic bukan hanya mesin pencari.
Ada yang lain, seperti social media, situs komunitas, atau iklan. Ada baiknya anda tidak hanya mengandalkan mesin pencari saja.

Keyword yang saya targetkan ternyata persaingannya berat, apa yang sebaiknya saya lakukan?

  • Kabur
  • Hadapi
Tergantung anda.
Pertimbangkan sesuai kemampuan, waktu, dan budget.
Persaingan yang berat bukan berarti tidak bisa ditembus oleh pendatang baru.
Sediakan konten yang berkali-kali lipat lebih bagus daripada mereka. Kemudian melakukan pemasaran yang lebih agresif.
Kalau anda berhasil melakukan keduanya, tinggal waktu yang menjawab.
Tapi kalau memang tidak mampu, lebih baik hindari…
…justru akan buang-buang waktu.

Saya ingin membuat website dalam topik tertentu, tapi ternyata volume pencariannya di Google Keyword Planner kecil. Apakah sebaiknya saya ganti topik?

Ya dan tidak.
Google Keyword Planner tidak selalu menggambarkan apa yang terjadi di dunia nyata.
Ada topik-topik yang sebetulnya populer, tapi kita tidak pernah menggunakan Google untuk mencari informasinya.
Pastikan dulu.
Apakah topik ini memang betul-betul tidak ada peminatnya, ataukah karena peminatnya tidak menggunakan Google.
Kalau yang pertama, ganti topik anda.
Kalau yang kedua, tidak perlu ganti. Coba gunakan sumber traffic lain dimana orang-orang yang berminat pada topik ini berkumpul.

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peringkat website di Google?
Singkatnya, tidak ada yang tahu…
…selain orang dalam Google sendiri.
Google tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peringkat website. Karena bisa disalahgunakan.
Tapi bukan berarti kita 100% buta.
Selama bertahun-tahun, para praktisi SEO baik yang white hat maupun black hat terus melakukan analisa mengenai faktor rangking Google.
Meskipun tidak resmi dan 100% akurat, tetapi bisa dijadikan patokan.
Salah satu penelitian yang paling mendalam dilakukan oleh Moz. Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa halaman website yang berada di peringkat 1-10, kemudian mereka mencari apa saja kesamaannya.
Hasilnya, ada banyak hal yang mungkin menjadi faktor rangking…
…inilah beberapa korelasi yang tingkat keakuratannya tinggi:
  1. Kualitas dan kuantitas link ke domain
  2. Kualitas dan kuantitas link ke halaman
  3. Relevansi konten dengan keyword
  4. Kemudahan untuk dibaca/disimak oleh manusia dan mesin
  5. Tingkat interaksi user terhadap website di hasil pencarian
  6. Reputasi brand domain
  7. Relevansi keseluruhan website dengan keyword
  8. Panjang dan ekstensi dari domain
  9. Kualitas dan kuantitas social share (sudah dikonfirmasi, bukan faktor SEO)
Dari atas ke bawah tingkat akurasinya makin rendah.
Sekali lagi, ini bukan pernyataan resmi dari Google, melainkan merupakan korelasi antar website-website yang menempati halaman 1.
↑ DAFTAR ISI

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa peringkat 1?

Tergantung.
Seberapa sulit persaingannya? Seberapa bagus website/konten anda? Seberapa agresif anda melakukan pemasaran? Apakah website anda sudah memiliki reputasi atau masih sangat baru?
Untuk keyword yang sangat mudah, website yang sudah memiliki reputasi bisa langsung peringkat 1 dalam hitungan hari. Tapi website baru dengan persaingan tinggi bisa membutuhkan waktu hingga lebih dari sebulan.
Jadi tergantung posisi anda saat ini.
Sekedar untuk perkiraan berdasarkan pengalaman pribadi, website yang masih baru dengan persaingan menengah kira-kira membutuhkan 2-4 bulan untuk masuk halaman 1 (bukan peringkat 1).
Rangking konten peluang usaha
Gambar di atas adalah salah satu konten di website TORETO BLOG.
Pertama kali muncul pada tanggal 28 Mei, peringkat 46. Tanggal 14 Agustus naik ke posisi 9.
Jadi sekitar 3 bulan untuk masuk ke halaman 1.
Tapi hati-hati:
Jangan gunakan perkiraan saya sebagai patokan.
Ini justru bisa membuat anda jadi “malas-malasan”, karena menganggap masih dalam batas wajar.
Pada kenyataannya, ada juga yang bisa lebih cepat daripada itu.
Dan sangat banyak yang gagal mencapai halaman 1 dalam lebih dari 4 bulan.
↑ DAFTAR ISI

Peringkat saya di Google naik-turun, kenapa ya?

Wajar.
Normalnya, peringkat website di hasil pencarian tiap hari akan naik-turun sekitar 0-3 posisi. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Berikut ini grafik dari Algoroo:
Fluktuasi rangking
Grafik ini menunjukkan rata-rata perubahan peringkat di Google setiap harinya.
↑ DAFTAR ISI

Peringkat saya di Google.co.id dan Google.com berbeda, kenapa ya?

Karena Google.co.id lebih mengutamakan website berbahasa Indonesia.
Jadi website Indonesia cenderung mendapatkan peringkat lebih tinggi di Google.co.id daripada Google.com.
↑ DAFTAR ISI

Skor SEO (atau kecepatan website) saya 100, tapi kenapa belum peringkat 1?

Karena:
1. Website-website lain skornya tidak kalah jauh.
2. Karena skor ini tidak mencakup keseluruhan SEO, hanya sebagian kecil (on-page) saja. Maka dari itu banyak faktor lain yang tidak diperhitungkan.
Jangan berpatokan dengan angka yang didapatkan dari tool.
Kalau anda periksa, bahkan website-website besar pun skornya tidak sempurna.
Ini skor SEO dari website sebesar Hubspot:

Page Authority (PA) dan Domain Authority (DA) saya lebih tinggi daripada website saingan, tapi kenapa peringkat saya lebih rendah?

PA dan DA merupakan angka dari Moz. Bukan Google.
Jadi kedua angka ini tidak selalu akurat.
Bahkan, penelitian faktor rangking 2015 dari Moz sendiri menunjukkan bahwa korelasi antara PA dengan rangking website hanya 0.37 (37%).
Akurasi Page Authority
Artinya, 63% sisanya tidak sesuai dengan PA.
Selain itu, bisa jadi karena PA dan DA dari Moz hanya diupdate sekitar 2-3 bulan sekali. Sedangkan update index dari Google lebih sering.
↑ DAFTAR ISI

Mengapa peringkat website saya berbeda-beda di tiap komputer?

Google menyesuaikan rangking website dengan “selera” anda.
Ini disebut Personalized Search.
Website yang sering anda kunjungi (termasuk milik anda sendiri) akan mendapatkan peringkat tinggi apabila anda ter-login di akun Google.
Jadi solusinya:
Logout dari akun Google.
Atau, gunakan Incognito di Google Chrome.
Atau, klik tombol ini di hasil pencarian:
Sembunyikan hasil privat
Atau, matikan search history. Ikuti langkah ini:
  1. Masuk ke Google History, kemudian login
  2. Klik menu di kanan atas
  3. Klik Settings
  4. Matikan search history

Saya sudah mendapatkan peringkat 1, apa yang harus saya lakukan selanjutnya?

Selamat!
Ini artinya website/konten anda ditunjuk menjadi yang terbaik oleh para pengunjung dan oleh Google…tapi tidak untuk selamanya karena setiap hari ada ratusan-ribuan website bersaing posisi teratas.
Jadi tugas anda adalah menjaga kualitasnya agar tetap jadi yang terbaik.
Supaya mereka yang berkunjung tetap puas dengan website anda.
Salah satu caranya adalah dengan melakukan analisa konten.
↑ DAFTAR ISI

Bagaimana supaya peringkat website saya tidak turun?

  • Lanjutkan mempromosikan website anda.
  • Jangan hentikan perkembangan website.
  • Pastikan isinya tetap relevan. Kalau ada informasi yang ketinggalan jaman, segera perbaharui.
Beberapa penyebab rangking website turun di antaranya:
  1. Kehilangan backlink
  2. Banyak mendapatkan backlink berkualitas rendah
  3. Pembaca tidak puas dengan isi website (karena kontennya tidak berkualitas, strukturnya berantakan, atau loading-nya lambat)
  4. Ada kompetitor baru yang lebih layak mendapatkan peringkat tinggi
  5. Update algoritma baru, dan anda terkena dampak negatifnya
  6. Penalti

Sudah peringkat 1, tapi kenapa pengunjung masih sepi?

Ada 2 alasan yang mungkin jadi penyebabnya:
Pertama, karena Google Personalized Search.
Jadi website anda mendapatkan peringkat 1 hanya di komputer anda sendiri, sedangkan di komputer lain tidak demikian.
Kedua, karena keyword tersebut tidak ada yang mencari.
Gunakan Google Keyword Planner untuk mengetahui berapa banyak orang yang melakukan pencarian dengan keyword yang anda pakai untuk memeriksa rangking.
↑ DAFTAR ISI

 Saya sudah rajin blogwalking, tapi kenapa belum bisa peringkat 1 juga?

Kemungkinan besar persepsi anda tentang blogwalking salah.
Saya akan jelaskan dari 2 sisi:
Banyak orang yang merasa blogwalking itu penting karena kita akan mendapatkan backlink ketika komentar kita diterbitkan. Harapannya, mendapatkan backlink berarti peringkat akan naik.
Salah.
Backlink dari komentar blog sifatnya nofollow. Artinya link tersebut tidak berdampak positif untuk SEO.
Meskipun ada orang yang bilang bahwa nofollow tetap berdampak positif (kita tidak bisa membuktikan), tetapi yang jelas manfaatnya terhadap rangking (hampir) tidak terasa.
Artinya, meskipun anda berkomentar di 1000 blog, anda tidak akan bisa mengalahkan website yang berada di peringkat teratas.
Tapi bukan berarti blogwalking itu percuma.
Berkomentar di blog merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjalin hubungan dengan si pemilik blog.
Syaratnya, komentar anda tidak boleh asal-asalan.
↑ DAFTAR ISI

Adakah tool yang bisa membuat website saya jadi peringkat 1?

Sayangnya, tidak ada.
Tinggi-rendahnya peringkat website anda di Google murni ditentukan oleh bagus-tidaknya website anda, terutama bagi manusia yang mengunjungi.
Seperti namanya, tool itu hanya alat bantu.
Tidak ada alat yang bisa secara ajaib mengubah website yang kualitasnya rendah menjadi bagus.
↑ DAFTAR ISI

Saya punya toko online, bagaimana caranya mendapatkan peringkat 1 dengan cepat supaya saya bisa mendapatkan pembeli?

Kalau anda ingin mendapatkan pembeli dengan cepat, SEO bukan solusinya.
Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pemilik toko online. Mereka cuma “menunggu SEO” untuk mendapatkan pembeli.
Padahal, butuh waktu bulanan untuk bisa masuk ke halaman 1.
Kalau anda perlu pembeli dengan cepat demi kelangsungan bisnis, JANGAN hanya mengandalkan SEO. Keburu bangkrut!

Bagaimana cara mendapatkan rangking 1 dalam sehari?

Bukannya tidak bisa.
Bisa…
…kalau anda mengincar kata kunci yang sama sekali tidak ada saingannya.
Masalahnya, kata kunci yang tidak ada saingannya berarti tidak ada yang mencari.
Anda (mungkin) bisa rangking 1 dalam sehari, tapi tidak akan mendapatkan traffic…percuma kan?
Oke, sekarang jawaban yang lebih serius:
Dalam kondisi normal, tidak bisa.
Kita sebagai orang luar tidak akan bisa memanipulasi Google sedemikian rupa sehingga website kita bisa menjadi peringkat 1 dalam sehari.
Kalau ada yang menjanjikan anda seperti itu, jangan dipercaya.
↑ DAFTAR ISI

Apakah kebanyakan menggunakan gambar akan berdampak negatif terhadap SEO?

Ya dan tidak.
Ini salah satu kesalahan yang paling umum: takut menggunakan gambar.
Alasannya karena menggunakan gambar berarti memperberat loading website, dan akibatnya peringkat website jadi turun
Masuk akal, tapi salah.
Memang betul bahwa kecepatan loading merupakan faktor rangking. Tapi, ukuran halaman yang jadi besar (akibat gambar) tidak berdampak buruk.
Kecepatan loading yang berdampak buruk dipengaruhi oleh:
  • Kinerja hosting
  • File & script yang menghambat proses rendering
Gambar bukan keduanya…karena gambar baru dimuat setelah halaman website selesai disusun oleh browser kita. Jadi tidak menghambat rendering.
Lihat grafik ini:
Tren ukuran halaman dan rangking
Dari penelitian yang dilakukan Moz, ukuran halaman berbanding terbalik dengan rangking. Semakin tinggi rangkingnya, semakin berat halamannya.
Yang terjadi justru sebaliknya…
Penggunaan gambar secara tidak langsung akan meningkatkan rangking. Ini karena pengunjung website lebih suka melihat gambar daripada tulisan yang bertumpuk-tumpuk.
Tapi perlu diingat, gambar yang anda gunakan di website harus dikompres supaya ukurannya optimal.
↑ DAFTAR ISI

Apakah sharing ke social media bisa meningkatkan rangking?

Jawaban singkatnya, tidak.
Ini pernyataan resmi dari Matt Cutts di tahun 2014 lalu:
Google tidak memiliki kemampuan untuk membaca “sinyal” berupa like, share, tweet, follow, vote, dan lain-lain yang berasal dari social media.
Tapi yang lebih penting adalah karena data dan angka yang ada bisa dengan mudah dimanipulasi. Sehingga kondisi seperti ini bisa merusak informasi apabila ditampung oleh Google.
Selain itu, link di social media berupa nofollow.
Lalu mengapa ada yang menganggap social signal adalah faktor SEO?
Karena biasanya halaman website yang menempati peringkat atas di Google mendapatkan banyak social share. Jadi anggapannya social signal mempengaruhi SEO.
Pada kenyataannya, justru terbalik…
…peringkatnya naik bukan karena social share. Social share-nya yang jadi banyak karena peringkatnya tinggi.
↑ DAFTAR ISI

Kalau social share tidak mempengaruhi peringkat, apakah berarti percuma menggunakan social media?

Tidak juga.
Malahan, social media merupakan tempat terbaik bagi website baru untuk mendapatkan pengunjung dengan cepat dan pada akhirnya akan meningkatkan rangking di Google juga.
Meskipun tidak berdampak langsung, tetapi manfaatnya sangat tinggi.
SEO dan social media marketing punya tujuan yang sama, meningkatkan pengunjung.
Maka dari itu, lakukan keduanya.

Apakah melakukan ‘ping’ bisa meningkatkan rangking di mesin pencari?

Tidak.
Ping bertujuan untuk memberitahu mesin pencari bahwa kita menerbitkan halaman/konten baru. Supaya ter-index.
Tapi, sekarang ping sudah tidak perlu dilakukan lagi.
Mesin pencari sudah punya jadwal tersendiri kapan mereka akan memeriksa website anda apabila ada yang baru. Jadi tanpa melakukan apapun, halaman baru akan ter-index dengan sendirinya.
Untuk mempermudah proses ini, anda bisa memasukkan sitemap.xml di Search Console.

Apakah pop-up dan pop-under berdampak buruk terhadap peringkat website?

Ya dan tidak.
Google sendiri tidak punya algoritma yang menghukum website dengan pop-up dan pop-under. Karena keduanya memang banyak dimanfaatkan pemilik website sebagai sumber penghasilan.
Jadi iklan sejenis ini tidak berdampak apapun secara langsung.
Tetapi, bisa berdampak buruk secara tak langsung.
Hasil pencarian dipengaruhi oleh kepuasan manusia.
Pop-up dan pop-under adalah elemen website yang tergolong mengganggu bagi manusia. Karena itu, apabila terlalu berlebihan maka pengunjung website akan tidak puas.
Akibatnya, peringkat juga berpotensi terganggu.
Ada baiknya anda perhatikan data-data seperti bounce rate dan average time on site di Google Analytics. Bandingkan sendiri sebelum dan setelah dipasang pop-up dan pop-under.

Apakah tags dan categories di WordPress bisa meningkatkan rangking?

Tidak.
Tags dan categories bertujuan untuk mempermudah navigasi pengunjung.
Tetapi sering disalahgunakan. Misalnya, dengan menumpuk keyword-keyword di tags. Harapannya supaya halaman tersebut bisa mendapatkan rangking yang bagus dalam berbagai keyword.
Yang terjadi malah sebaliknya:
  • Navigasi pengunjung terganggu.
  • Website anda dianggap sebagai spam karena terlalu banyak keyword.
  • Peringkat jadi turun.
Dalam keyword yang persaingannya rendah, kadang-kadang categories dan tags bisa mendapatkan peringkat yang tinggi.
Ini sepertinya bagus…tapi justru berbahaya.
Kedua halaman ini punya bounce rate yang sangat tinggi. Ini bisa menunjukkan bahwa pengunjung tidak puas dengan website anda.
Gunakan tags dan categories dengan bijak.

Apakah _____ berdampak baik/buruk terhadap peringkat website?

BANYAK sekali variasi pertanyaan seperti ini. Ada yang konyol, ada yang sekilas masuk akal, ada yang betul-betul berpengaruh.
Saya akan mempermudah cara berpikir anda terhadap SEO.
Kalau anda membaca beberapa pertanyaan sebelumnya, anda mungkin akan sadar 1 hal:
Peringkat website dipengaruhi oleh kepuasan pengunjung.
Pegang konsep ini baik-baik.
Ketika lain kali anda ingin melakukan sesuatu di website anda, dan anda tidak tahu apakah dampaknya baik atau buruk terhadap SEO…jawab pertanyaan ini:
“Apakah yang saya lakukan ini baik untuk pengunjung?”
Itu kuncinya…
Apapun yang anda lakukan di website anda, kalau itu baik untuk manusia, maka pasti juga akan baik untuk mesin pencari.
↑ DAFTAR ISI

Bagaimana supaya video YouTube saya mendapatkan rangking tinggi di Google?

Sama dengan website biasa:
  • Sertakan keyword di judul
  • Sertakan keyword di deskripsi
  • Gunakan tags yang sesuai dengan topik & keyword
  • Dapatkan views, like, & subscribe
  • Dapatkan backlink
Hindari menggunakan software/bot penambah view & like untuk YouTube.
Mereka punya filter spam yang ketat.
Ingat, tidak semua jenis video bisa mendapatkan rangking yang bagus di Google. Biasanya hanya dalam jenis ini: panduan/tutorial/how-to.
Hasil pencarian how to
Selain itu, sangat jarang.
↑ DAFTAR ISI
Entah kenapa pertanyaan ini sering jadi perdebatan.
Kalau anda sering bertanya tentang ini, saya curiga anda adalah tipe orang yang:
  • Tidak bisa membuat konten berkualitas, atau
  • Tidak mau berusaha mencari backlink
Sayangnya, keduanya sangat penting.
Meskipun mungkin dalam algoritma Google ada salah satu yang prioritasnya lebih tinggi, tapi kedua hal inilah tulang punggung dari SEO.
Tanpa backlink, tidak mungkin bisa peringkat 1.
…bisa sih. Tapi hanya untuk keyword dengan persaingan yang sangat rendah. Tentunya anda tidak ingin cuma bersaing di kelas bawah. Ya kan? Percuma.
Tanpa konten berkualitas, tidak bisa mendapatkan backlink.
…bisa. Tapi hanya sekedar backlink dari blog comment, guest book, article directory, atau backlink spam. Kualitasnya rendah, justru berbahaya.
Konten yang kualitasnya rendah juga mustahil bisa bertahan lama di halaman 1.
Jadi, keduanya saling mendukung.

Apakah backlink nofollow bisa meningkatkan rangking website saya?

Kalau pertanyaannya “meningkatkan rangking”, jawabannya tidak bisa.
Karena memang itulah fungsi nofollow
…memberitahu search engine supaya link tersebut tidak mempengaruhi rangkingnya.
Tapi, bukan berarti percuma.
Kalau anda mendapatkan backlink dari website yang populer, Wikipedia misalnya. Meskipun nofollow, tapi link tersebut akan membuat banyak orang datang ke website anda.
Link berkualitas tetaplah link berkualitas, meskipun nofollow.

 Apakah link di website saya yang menuju website lain harus nofollow?

Tidak.
Ada yang bilang bahwa kalau kita memasang link ke website lain, maka PageRank website kita akan “bocor” ke website mereka. Makanya dibuat nofollow.
100% salah.
PageRank tidak bisa bocor ke website lain.
Dengan memasang link, website mereka akan mendapatkan manfaat positif. Tapi website anda tidak akan kena hukuman apapun.
Justru bisa meningkatkan reputasi website anda sendiri.
Menurut seorang Webmaster Trends Analyst dari Google, John Mueller, memasang link ke website yang bisa mendukung konten anda adalah faktor positif dalam rangking.

Saya tidak akan semata-mata bilang jelek.
Tergantung dari website asalnya.
Kalau anda mendapatkan link dari social bookmark terbaik di dunia, dan ternyata jadi populer…tentunya link tersebut juga jadi terhitung berkualitas. Tapi kalau tidak ada orang yang tahu sama sekali mengenai keberadaan link tersebut, artinya tidak bagus.
Logikanya kalau manusia pun tidak tahu mengenai keberadaannya, tidak mungkin robot menganggap link tersebut penting.
Jadi, begini:
Kalau anda ingin memasang link di tempat-tempat tersebut, jangan hanya sekedar memasang link. Percuma.
Pastikan link tersebut bisa menarik perhatian orang lain.
Kalau anda tidak yakin apakah backlink dari suatu website itu bagus atau tidak, begini caranya untuk memastikan kualitasnya:
  1. Apakah topiknya relevan dengan website anda?
  2. Apakah website penuh dengan spam?
  3. Apakah pengunjung website tersebut pasif atau aktif? (berkomentar, sharing, dll.)
  4. Apakah link-nya langsung muncul atau atas persetujuan pemilik web?
  5. Apakah anda diminta untuk membayar?
Backlink yang baik berasal dari website yang: topiknya relevan, bukan spam, pengunjungnya aktif, diberikan atas kemauan pemilik web, dan tidak dengan imbalan.

Apakah berbahaya kalau saya memasang link ke website yang reputasinya buruk?

Kalau hanya sekali-dua kali, tidak.
Tapi kalau di hampir semua halaman/konten terdapat link ke website yang reputasinya buruk dan yang topiknya tidak berhubungan, ini bisa jadi berbahaya.

Apakah berbahaya kalau saya mendapatkan link dari website yang reputasinya buruk?

Kalau hanya 1-2, tidak.
Tapi kalau anda sebagian besar backlink anda berasal dari website yang reputasinya buruk, website anda juga akan dianggap memiliki reputasi buruk.
Ciri-ciri website yang reputasinya buruk:
  • Terlalu banyak link ke website yang tidak relevan
  • Penuh dengan spam
  • Banyak iklan
  • Kualitas kontennya rendah
  • Memiliki konten dewasa dan konten ilegal
Tidak dibatasi.
Asalkan link tersebut memang dibutuhkan oleh pengunjung.
Kalau jumlahnya berlebihan, tidak dibutuhkan, dan reputasinya rendah, maka bisa berbahaya untuk website anda sendiri.
Di awal tahun 2000an, Google menyatakan maksimal 100 link. Tapi sekarang sudah tidak dibatasi lagi.
Ini penjelasan lebih lengkapnya:

Saya menemukan broken link (404) di Google Search Console (Webmaster Tools), apakah ini berbahaya?

Tidak.
Broken link adalah hal yang sangat wajar di dunia internet, dan tidak akan mengganggu SEO.
Hampir semua website besar punya halaman 404 (not found).
Google tidak akan mengambil tindakan apapun yang mempengaruhi rangking anda secara keseluruhan apabila mereka menemukan broken link di website anda.
Tetapi halaman 404 itu sendiri akan hilang dari hasil pencarian.
Dalam SEO, broken link bukan masalah. Tetapi tentunya anda sebagai pemilik website sebaiknya segera memperbaiki atau memberikan redirect ke halaman 404 karena mengganggu kenyamanan pengunjung.
Sama sekali tidak bagus.
Bahkan di kalangan praktisi black hat SEO yang terbiasa jual-beli backlink pun hal seperti ini dianggap tidak bagus.
Memberikan ratusan-ribuan backlink = bunuh diri.
Hati-hati,
Meskipun si penjual mengatakan backlink mereka berkualitas, meskipun mereka bilang bisa meningkatkan rangking…jangan dipercaya.
Pertama, saya perlu mengatakan bahwa anda sebaiknya tidak mencoba memasang banyak backlink sekaligus…apalagi yang sifatnya spam.
Bisa berakibat penalti.
Tapi, untuk sekedar memuaskan rasa ingin tahu, jawabannya: dengan software.
Ada beberapa software yang biasa digunakan untuk melakukan spam, salah satu yang paling populer adalah GSA Search Engine Ranker.
Tergantung.
Kalau anda bertanya kepada praktisi black hat SEO, mereka akan bilang bagus.
Tapi karena saya bukan praktisi black hat SEO, maka saya akan menyarankan anda untuk menghindari jenis backlink seperti itu karena beresiko penalti.
PBN merupakan tipe black hat yang (saat ini) paling rendah resikonya.
Ini karena blog-blog dalam PBN tersebut bisa dibuat agar tidak mengandung footprint (jejak), sehingga Google tidak sadar bahwa semuanya dimiliki oleh 1 orang.
Tetapi ada kelemahannya:
  1. Repot, terutama bagi pemula
  2. Biayanya cukup tinggi
  3. Tetap punya resiko
Jadi, tanpa memancing perdebatan, saya akan menyarankan setiap pemula untuk tidak bergantung dengan teknik-teknik backlink seperti itu.
Buat konten berkualitas, lakukan pemasaran yang bersih.
Pada akhirnya, kalau anda ingin menggunakan jenis backlink seperti itu…pahami bahwa anda harus siap apabila tiba-tiba website yang anda buat dengan susah payah lenyap dalam sehari.

Backlink seperti apa yang terbaik untuk SEO?
  • Topiknya relevan dengan website anda.
  • Berasal dari website yang pengunjungnya ramai dan aktif (berkomentar & sharing).
  • Berasal dari website yang masih aktif.
  • Bukan dari website yang hanya berisi 1-2 konten.
  • Tidak langsung muncul begitu saja ketika kita pasang. Dengan kata lain, melalui proses seleksi oleh si pemilik website.
  • Diberikan dengan sukarela oleh orang lain.
  • Berada di dalam kalimat/paragraf/artikel.

Karena Search Console tidak di-update setiap hari.
Backlink akan muncul setelah Googlebot selesai meng-index website-website yang memasang link menuju website anda.
Jadi tidak perlu khawatir.

Bisa jadi karena salah satu alasan ini:
  • Kualitasnya rendah
  • Nofollow
  • Backlink belum ter-index oleh Google
Normalnya, memang peringkat website tidak akan langsung naik banyak dalam hitungan 1-2 hari.
Semakin berat persaingannya, anda akan butuh semakin banyak backlink berkualitas.
Semakin tinggi kualitasnya, maka anda hanya butuh sedikit backlink.
Selain itu, backlink juga bukan satu-satunya faktor yang menentukan peringkat.
Ada banyak website yang backlinknya sedikit tapi bisa menempati peringkat lebih tinggi daripada website yang punya banyak.
Jadi, tergantung.
Tapi, sebagai gambaran…sebagian besar konten di blog TORETO BLOG ini hanya membutuhkan 1-2 backlink dari website berkualitas untuk bisa masuk ke halaman 1.
Jumlah backlink
Bukan soal baru atau lama.
Bahkan website lama pun tidak akan aman kalau diberikan banyak backlink yang tidak berkualitas.
Selain jumlah, juga tergantung dengan kualitas.
Kalau website anda masih baru, dan punya konten yang jadi viral — sehingga banyak yang memberikan backlink dengan sukarela — maka jumlah banyak pun tidak masalah.
Tapi kalau backlink tersebut dari spam atau software, jumlah sedikit pun bisa berbahaya.

Berapa rasio/perbandingan backlink dofollow dan nofollow agar terlihat natural?

Tidak ada.
Jangan berusaha hanya supaya terlihat natural…
…berusahalah supaya benar-benar natural.
Maka dari itu, tidak ada rasio antara nofollow dan dofollow agar terlihat natural.
Tetapi, naturalnya, halaman yang sangat populer akan mendapatkan jauh lebih banyak backlink dofollow daripada nofollow.
Mari kita lihat teknisnya dulu:
Ketika anda mendapatkan backlink ke suatu halaman di website anda (termasuk homepage), maka halaman-halaman lain dalam domain yang sama akan mendapatkan sebagian porsi kecil dari backlink tersebut.
Jadi kalau ada backlink ke homepage, maka semua halaman mendapatkan manfaat.
[]
Kalau ada backlink ke inner page, maka homepage (dan halaman lain) juga akan mendapatkan manfaat.
[]
Sehingga, pertanyaannya jadi seperti ini:
Halaman mana yang ingin anda dorong supaya mendapatkan rangking?
Kalau anda ingin supaya halaman X mendapatkan rangking 1 untuk keyword A, maka berikan backlink ke halaman X.
Kalau anda ingin supaya homepage mendapatkan rangking 1 untuk keyword A, maka berikan backlink ke homepage.
Seperti itu…

Saya sudah membuat konten berkualitas, tapi kenapa belum bisa peringkat 1?

Ada 3 penyebab yang mungkin dalam kasus ini:
Pertama, keliru dengan anggapan konten berkualitas.
Konten berkualitas bukan hanya konten yang berisi sekian kata, tata bahasanya baik, mengandung keyword, dsb.
Kedua, dibiarkan setelah diterbitkan.
Ada 2 hal yang wajib anda lakukan setelah menerbitkan konten: mempromosikan konten dan link building.
Tanpa melakukan keduanya, konten sebagus apapun jadi percuma.
Ketiga, masih butuh waktu.
Kita tidak akan bisa langsung mendapatkan rangking 1 dalam hitungan hari, kecuali dalam kata kunci yang sangat rendah persaingannya.

Mengapa ada website yang kualitas kontennya rendah tetapi peringkatnya tinggi?

Bisa jadi karena konten-konten di bawahnya lebih jelek lagi.
Atau karena promosi yang mereka lakukan lebih efektif.
Atau bisa jadi juga karena mereka melakukan black hat SEO dan belum tertangkap basah oleh Google.
Yang mana pun penyebabnya, ini mestinya jadi kesempatan yang bagus buat anda…karena ini artinya persaingan di kata kunci tersebut tidak sulit.

Berapa keyword density dalam artikel yang bagus untuk SEO?

Tidak ada.
Kalau anda ingin membuat artikel yang bagus, jangan pedulikan keyword density.
Ada sebagian orang (dan tool) yang mengatakan bahwa keyword density yang bagus antara 3-5%.
Ini salah besar.
Keberadaan keyword dalam artikel memang bisa mempengaruhi peringkat konten anda. Tapi, keyword density dari artikel-artikel populer tidak sebesar itu.
Hanya sekitar 1%, kurang lebih.
Ini persentase dari salah satu artikel di Backlinko yang mendapatkan peringkat 3 dalam kata kunci “keyword research”:
Backlinko keyword research density
Artinya, justru artikel-artikel yang terbaik tidak memusingkan keyword dalam pembuatannya.

Apakah bold, italic, underline, h1, h2, h3, dll. dalam artikel penting untuk SEO?

Untuk SEO, tidak penting.
Semua elemen formatting tersebut tidak akan mempengaruhi peringkat anda.
Tapi, dengan menggunakan formatting tersebut secara bijak maka artikel anda akan jadi lebih mudah untuk dinikmati oleh pembaca.

Seberapa panjang artikel yang bagus untuk SEO? Apakah makin panjang makin bagus?

Artikel yang bagus adalah artikel yang dibahas dengan tuntas.
Seberapa pun panjangnya.
Kalau topiknya cukup dibahas dengan singkat, jangan dipanjangkan. Kalau topiknya butuh penjelasan yang panjang, tuntaskan hingga selesai.
Pada akhirnya yang menentukan adalah manusia.
Yang sering terjadi saat ini adalah orang-orang memilih topik yang mestinya butuh penjelasan panjang, tetapi karena malas (atau alasan lain) mereka hanya membahas 500-1000 kata.
Kalau seperti itu, pembaca tidak akan puas.
Maka dari itulah yang mendapatkan peringkat tinggi untuk kata kunci persaingan tinggi biasanya yang pembahasannya lebih lengkap:
Panjang artikel

Saya sudah menerbitkan konten setiap hari, tapi kenapa website masih sepi?

Tidak ada hubungannya antara frekuensi konten dengan jumlah pengunjung.
Anehnya, banyak orang yang mengaku pakar menganjurkan para pemula supaya menerbitkan konten minimal sehari sekali.
Salah besar.
Ini beberapa pendapat yang sering muncul, dan koreksi dari saya:
1. “Supaya pengunjung balik lagi karena banyak konten baru” — website baru belum punya pengunjung, jadi akan rugi membuat banyak konten.
2. “Website/blog besar menerbitkan banyak konten dalam sehari” — website besar menerbitkan banyak konten karena mereka sudah punya banyak pengunjung dan mereka punya banyak penulis.
3. “Google lebih suka website yang aktif” — menerbitkan konten seminggu atau sebulan sekali juga masih tergolong aktif.
4. “Bikin konten kan nggak lama” — ya, bikin konten yang kualitasnya rendah memang nggak lama. Tapi konten berkualitas rendah ini tidak akan bisa mendapatkan peringkat tinggi.
Memang tidak salah menerbitkan banyak konten…
…tapi biasanya pemilik website baru tidak akan sanggup membuat banyak konten berkualitas dalam waktu singkat.
Lebih baik membuat 1 konten berkualitas daripada 10 konten murahan.
Karena itu, jangan habiskan tenaga anda membuat banyak konten. Habiskan tenaga anda membuat 1 konten yang berkualitas, lalu targetkan supaya konten ini mendapatkan peringkat 1.

Apakah konten baru lebih mudah mendapatkan peringkat tinggi daripada konten lama?

Freshness memang adalah salah satu faktor rangking Google.
Singkatnya, yang dipengaruhi hanya topik-topik yang isinya selalu berubah setiap waktu.
Misalnya:
  • Konten yang berubah tiap periode: “harga iphone”, “smartphone terbaik”
  • Event rutin: “world cup”, “klasemen premier league”, “juara indonesian idol”
  • Berita hangat: “demo mahasiswa jakarta”, “kecelakaan di jalur pantura”
Keyword seperti itu membutuhkan informasi-informasi yang baru.
Bandingkan dengan keyword seperti: “cara mencuci baju”. Pembahasannya sampai kapanpun tidak akan berubah. Sehingga topik ini tidak butuh konten yang fresh.

Apakah website dengan banyak konten/halaman akan mendapatkan peringkat lebih tinggi?

Tidak.
Jangan tertipu ketika melihat website-website besar dengan ribuan konten dan sering menempati peringkat 1.
Ini terbalik.
Jumlah halaman tidak berpengaruh dengan peringkat.
Ini penjelasan dari Matt Cutts:
Jadi website besar menempati peringkat-peringkat atas bukan karena mereka menerbitkan banyak konten. Tapi karena mereka punya banyak konten, jadi mereka bisa mendapatkan rangking di banyak keyword.
Hati-hati…
…jangan meniru strategi website besar yang menerbitkan banyak konten apabila anda tidak punya banyak penulis.

Judul halaman/konten saya di hasil pencarian Google berbeda dengan apa yang saya tulis di website. Kenapa bisa begitu?

Wajar.
Banyak website yang diganti title-nya secara otomatis.
Dari analisa yang dilakukan oleh Authority Labs terhadap 111.000 pencarian, ini persentase judul yang diganti oleh Google:
Persentase judul yang diganti
36% diganti sebagian, dan 25,4% diganti total.
Ada 2 alasannya:
  1. Supaya judulnya lebih relevan dengan keyword
  2. Supaya lebih singkat
Masih dari analisa tadi, judul yang diganti oleh Google biasanya yang memiliki panjang lebih dari 60 huruf. Kemudian diperpendek menjadi 50-59 huruf:
Jumlah kata judul yang diganti
Oleh karena itu, kalau tidak ingin diganti, pastikan judul anda sudah mengandung keyword dan <title> dibatasi antara 50-59 huruf.

Ada website lain yang meng-copy artikel saya, apakah ini berbahaya bagi website saya?

Sebenarnya tidak masalah.
Karena Google sendiri biasanya sudah tahu siapa yang lebih dulu menerbitkan konten tersebut. Jadi website anda aman, website mereka yang beresiko.
Tapi kalau mau agak repot, anda bisa mengambil tindakan.
Lakukan ini:
  1. Screenshot konten yang di-copy dan konten aslinya
  2. Catat URL-nya
  3. Hubungi si pemilik website untuk menghapus konten anda
    • Kalau tidak direspon lanjutkan ke langkah 4
  4. Temukan penyedia layanan hosting yang digunakan
  5. Kirimkan email laporan ke penyedia layanan hosting mereka
Kalau websitenya berupa Blogger dari Google, gunakan link ini.

Apakah deskripsi dan spesifikasi produk di toko online termasuk konten duplikat?

Ini dilema yang dihadapi oleh pemilik toko online.
Sebenarnya ini bukan masalah besar.
Google menyadari bahwa di internet memang ada beberapa hal yang mau tidak mau memang berupa duplikasi.
Seperti spesifikasi produk. Tidak mungkin anda mengubah spesifikasi dari produk yang dijual hanya supaya tidak duplikat dengan website lain.
Tapi ini bisa jadi masalah…kalau isi dari website anda hanya berupa konten duplikat TANPA ada konten tambahan yang original dari anda sendiri.
Jadi, meskipun anda menulis spesifikasi produk resmi sebaiknya anda memberi tambahan lain.
Misalnya deskripsi tambahan, foto, video, atau review dari pembeli.
Seperti ini:
Konten di toko online

Konten saya 100% copy-paste, apakah bisa mendapatkan peringkat tinggi?

Tidak.
Bahkan konten yang < 50% copy-paste pun tidak akan bisa mendapatkan peringkat tinggi.
Apabila dilakukan dalam skala besar, upaya seperti ini bisa menyebabkan website anda terkena penalti oleh Google.
Solusinya, lakukan ini:
  • Hubungi si pemilik konten, minta ijin
  • Pasang tag rel=”canonical” menuju konten aslinya untuk mencegah penalti
  • Pasang link menuju artikel aslinya (jangan diberi rel=”nofollow”)

Apakah artikel yang dibuat dengan spinner bisa mendapatkan peringkat tinggi?

Tidak, karena:
  • Hasilnya tidak terbaca
  • Merupakan duplikasi
Tidak mungkin ada artikel yang tidak terbaca tapi bisa menempati halaman 1 Google.

Apakah aman menerbitkan ratusan halaman/konten dalam sehari?

Aman, kalau masuk akal.
Misalnya kalau anda memang sengaja menerbitkan ratusan baru secara serentak.
Tetapi kalau ratusan halaman ini akibat copy-paste konten dari website lain, tentunya tidak akan aman.

Saya tidak bisa/lancar berbahasa Inggris, apakah bisa berhasil mendapatkan peringkat tinggi apabila saya menulis artikel dalam Bahasa Inggris?

Sulit. Kemungkinannya nol.
Kecuali apabila artikel yang anda buat benar-benar luar biasa sampai orang-orang mengabaikan kesalahan tata bahasa dan ejaan.
Kalau tidak, maka tidak akan bisa.
Tidak mungkin Google memberikan peringkat tinggi kepada artikel yang membuat pembaca bingung.

Saya punya 2 konten yang mengincar keyword yang sama. Kenapa hanya 1 yang muncul di hasil pencarian?

Wajar.
Apabila ada 2 artikel dalam 1 website yang mengincar kata kunci yang persis sama, maka Google akan memilih yang lebih baik untuk di halaman 1.
Kecuali apabila kata kunci tersebut adalah brand milik anda.
Maka dari itu, ketika membuat konten jangan mengincar keyword yang sama persis. Sudah terlanjur? Gabungkan kedua isinya menjadi satu konten yang lebih besar.

Website saya tidak punya konten, bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan peringkat yang tinggi?

Tidak mungkin website yang tidak punya konten mendapatkan peringkat tinggi.
Tapi mungkin anda keliru antara konten dan artikel.
Artikel adalah salah satu jenis konten, tapi konten bukan hanya artikel.
Gambar, audio, video, teks, PDF, file download, game, kuis, dan lain-lain juga termasuk konten. Bukan hanya artikel.

Bagaimana melakukan SEO untuk website yang minim konten seperti toko online?

Sebetulnya toko online tidak minim konten.
Foto produk, deskripsi, spesifikasi produk, review, video, dll. juga termasuk konten. Ini bisa anda gunakan untuk mengoptimasi website.
Disamping itu, toko online dan website bisnis jaman sekarang juga semakin banyak yang menyediakan konten artikel dalam bentuk blog. Tujuannya supaya website mereka bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan akhirnya mendapatkan backlink.
Jadi kalau memang mampu, anda juga bisa melakukan seperti itu.

Konten website saya hasil translate dari konten berbahasa Inggris, apakah website ini bisa sukses?

Bukan tidak bisa…
Pada kenyataannya, bahkan website-website besar di Indonesia pun (sayangnya) ada yang cuma bermodal translate.
…tapi sebaiknya anda menghindari praktek seperti ini.
Alasannya?
Ini subyektif, karena saya pribadi sama sekali tidak suka dengan tindakan mengambil karya orang lain tanpa usaha sedikitpun untuk mengubah isinya.
Meskipun begitu, tidak (belum) ada aturan resmi tentang ini.
Jadi semuanya kembali ke moral dan harga diri masing-masing.
Oh ya,
Ada 1 hal yang perlu anda perhatikan.
Kalau anda men-translate website besar, kemungkinan sudah ada orang lain yang melakukan hal yang sama.
Jadi konten anda bisa dianggap duplikat.

Apakah mengambil dan menggunakan gambar dari website lain berbahaya untuk SEO?

Untuk SEO, tidak.
Tapi bisa berbahaya kalau ternyata gambar yang anda gunakan berlisensi.
Kalau si pemilik gambar melakukan tindakan, ada 4 kemungkinan yang bisa terjadi:
  • Anda diminta menghapus secara baik-baik
  • Mereka melaporkan kepada layanan hosting untuk menutup akun anda
  • Mereka melaporkan kepada Google untuk menghapus website anda dari hasil pencarian
  • Anda dituntut membayar
Karena itu, pilih gambar yang memang boleh diterbitkan ulang.
Pilih menu ini di Google Image Search:
Mencari gambar yang boleh digunakan
Setelah itu, pasang link sumber gambar ke website yang bersangkutan.

Seperti apa ciri-ciri apabila website saya terkena penalti?

Salah satu dari berikut ini:
  • Jumlah pengunjung berdasarkan Google Analytics menurun drastis secara tiba-tiba.
  • Lakukan pencarian di Google dengan kata kunci “site:namawebsite.com”, jumlah halaman yang ter-index menurun drastis.
  • Muncul peringatan penalti di Google Search Console (Webmaster Tools).
Jangan menggunakan tool untuk memeriksa penalti, tidak akurat.

Traffic saya tiba-tiba menurun, apakah saya terkena penalti?

Kalau grafiknya seperti ini, kemungkinan besar anda kena penalti:
Penalty dari Google
Tapi kalau turunnya secara perlahan-lahan, belum tentu…bisa jadi karena ada halaman yang peringkatnya turun.

Jumlah halaman website saya yang ter-index menurun, apakah saya terkena penalti?

Bisa jadi.
Tapi bagi website baru, jumlah index yang naik-turun sangat wajar.
Google juga secara otomatis akan menentukan halaman mana yang dianggap penting dan tidak penting dari website anda. Yang tidak penting akan dihapus.
Solusinya:
Kalau ada halaman yang menurut anda penting, tapi tidak ter-index, coba berikan link dari halaman-halaman lain di website anda.
Tool ini berguna untuk menghilangkan pengaruh backlink yang mencurigakan ke website anda.
Meskipun begitu, lebih baik tidak menggunakan tool ini sampai ada tanda-tanda website anda terkena penalti. Karena dampaknya bisa negatif.

Saya sudah terlanjur memasang backlink dari spam ke website saya, apa yang harus saya lakukan?

Hentikan prosesnya.
Kemudian kalau ternyata ada tanda-tanda website anda terkena penalti, gunakan disavow tool. Kalau tidak, tidak perlu melakukan apapun.

Saya ingin menjual slot iklan di website saya, apa yang harus saya perhatikan?

Jangan sampai mengganggu kenyamanan pengunjung.
Gunakan rel=”nofollow” untuk iklan berupa link.
Kalau keduanya diabaikan, maka website anda bisa beresiko penalti.

Apakah kontes SEO dan kontes blogging berbahaya?

Bagi penyelenggara kontes, berbahaya.
Terutama apabila anda menyuruh partisipan untuk memasang link dengan anchor yang dioptimasi untuk SEO.
Kontesnya sendiri tidak masalah. Karena itu, ada baiknya anda meminta partisipan untuk memasang rel=”nofollow” di dalam link yang mereka pasang ke website anda.
Bagi partisipan, terlalu sering mengikuti kontes SEO juga bisa berakibat penalti.
Selain kontes, ini juga berlaku untuk review berbayar, advertorial, dan native advertising.

Google akan mengeluarkan update algoritma baru, apakah website saya terancam bahaya?

Tidak perlu panik…
Ingat:
Google sebagai mesin pencari ingin selalu menampilkan hasil-hasil pencarian terbaik bagi pengguna. Update algoritma di masa depan nanti akan selalu mengarah kepada 1 tujuan ini.
Apakah anda sudah menyediakan hasil terbaik?
Kalau sudah, berarti anda akan aman dari update algoritma manapun!
Tapi kalau anda melakukan yang sebaliknya, kalau anda menyediakan konten-konten berkualitas rendah kemudian memanipulasi Google supaya konten anda muncul di halaman pertama…silahkan panik.

Saya (atau website lain) menggunakan teknik black hat, backlink-nya spam, dan kontennya copas. Kenapa tidak terkena penalti?

Bukannya tidak kena…tapi belum kena.
Google adalah mesin, bukan manusia. Algoritma mereka belum sempurna.
Pastinya ada beberapa yang lolos dan yang belum mampu dideteksi.
Tapi manusia-manusia yang bekerja di Google akan selalu bekerja meningkatkan kualitas si mesin pencari. Bahkan mungkin suatu saat nanti Google bisa secanggih manusia, siapa tahu?
Pertanyaannya kembali kepada anda:
Apakah mau terus kejar-kejaran dengan Google?

Website saya kena penalti/sandbox! Bagaimana cara supaya kembali seperti semula?

Saya akan terang-terangan:
Tidak ada cara yang terjamin untuk bisa keluar dari penalti Google.
Jadi kalau website anda masih relatif baru, dan anda merasa sudah melanggar banyak aturan Google…saya sarankan lebih baik buat website baru.
Daripada pusing.
Tapi kalau website anda sudah “matang”…kalau website ini merupakan bisnis anda yang sama sekali tidak tergantikan. Dan kalau anda terkena penalti karena ketidaksengajaan…mungkin masih ada harapan.
Pertama, ketahui dulu jenis penalti yang anda alami.
Secara umum ada 3:
  1. Manual action
  2. Panda
  3. Penguin
Manual action artinya anda tertangkap basah oleh orang dari Google bahwa anda telah melanggar aturan.
Penalti dari algoritma Panda berarti konten anda bermasalah, dan Penguin berarti backlink-nya. Biasanya karena kualitasnya rendah.
Coba dipikirkan kembali, kira-kira yang mana.
Kemudian perbaiki.
Untuk manual action, anda akan mendapatkan peringatan dari Search Console beserta apa yang harus anda lakukan. Ikuti instruksinya kemudian ajukan reconsideration request.
Sedangkan Panda dan Penguin tanpa peringatan.
Untuk Panda, perbaiki seluruh kualitas konten anda. Pastikan konten-konten yang ada miliki adalah yang terbaik dibandingkan semua yang ada di halaman 1 Google.
Untuk Penguin, (kalau bisa) hapus semua backlink berkualitas rendah yang mengarah ke website anda. Kemudian lakukan disavow.
Setelah itu anda hanya bisa menunggu sampai dikeluarkan.
Sekali lagi, tidak ada yang bisa menjamin.

Apakah keyword di domain berpengaruh terhadap rangking?

Berpengaruh, tapi pengaruhnya kecil.
Mari kita lihat grafik dari Moz ini:
Ini adalah rata-rata jumlah EMD (Exact Match Domain) di 10 besar hasil pencarian. Misalnya untuk keyword “beli buku” maka domainnya belibuku.com, belibuku.net, atau belibuku.org.
Pengaruh EMD terhadap rangking
Hanya 3%.
Artinya rata-rata EMD hanya muncul setiap 3-4 kali pencarian. Sangat sedikit.
Jadi anda tidak perlu pusing dengan keyword di domain kalau memang tidak mungkin. Lagipula, ketika membuat halaman atau konten baru URL-nya tetap bisa mengandung keyword.

Bagaimana cara memilih domain yang bagus untuk SEO?

  • Namanya mudah diingat
  • Tidak terlalu panjang, sebisa mungkin di bawah 15 huruf
  • Mengandung keyword, tetapi tetap enak dibaca
  • Tidak mengandung hyphen (tanda hubung, -), karena sering digunakan oleh spammer

0 Response to "110+ Pertanyaan Tentang SEO yang Paling Sering Ditanyakan, Beserta Jawabannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel